Sekarang ini sedang ramai-ramainya gossip kalau Angga ada hubungan yang sangat dekat dengan Riana. Gossi berhembus setelah hari ulang tahun Angga kemarin. Saat itu Angga menerima bungkusan yang menurut teman-teman Angga adalah kado dari Riana. Angga tampak terganggu dengan gossip tersebut, terlebih lagi teman-teman satu kampusnya, terutama yang satu jurusan dengan dia selalu membahas dan bertanya apa isi kado tersebut. Padahal sampai saat ini Angga tidak ada hubungan apa-apa dengan Riana.
“Cieeee…cieee….apa isinya Ngga?” temen Angga berseloroh.
“Tau…belum gue buka tuh, elo mau..? Tar gue kasih deh buat lo..” Sedikit ngga suka atas pertanyaan temen-temennya itu.
“Jangan gitu dong Ngga, itu kan pemberian orang, harus dihargai lah..”
Ngga tau kenapa sikap Jenifer jadi seperti itu. Setiap teman-temannya bertanya ada apa gerangan, selalu dijawabnya dengan singkat dan sedikit ada nada marah dalam setiap jawabannya. Sampai saat dia menemui Angga bersama teman-temannya.
“Angga, gue mau ngomong sama elo..” kata Jenifer saat itu pada Angga.
“Apaan…ya udah ngomong saja..”
“Ngga di sini, gue mau ngomong berdua saja..” sambil menarik tangan Angga pergi dari teman-temannya.
“Ya elah…ada apaan sih?”
Setelah agak jauh dari teman-temannya.
“Gue denger elo dapat kado di ultah kemarin dari Riana..”
“Kado apaan..? Ngga tau itu kado apa bukan, gue belum buka..” jawab Angga
“Gue nggak suka kalau elo terima kado dari siapapun..”
“Ihhh…emang kenapa..?”
“Ya..gue ngga suka saja, mana kado itu gue mau lihat..?”
“Ada di rumah, elo mau? Tar besok gue bawa..” jawab Angga sambil terheran-heran, ada apa dengan Jenifer saat itu.
“Awas lo ya…besok kasih ke gue..”
****************ooOoo****************
Ada apa dengan Jeny yang tiba-tiba seperti tidak suka mengetahui kalau Riana memberikan kado buat Angga? Semuanya masih rahasia dan penuh tanda tanya.
Seperti diketahui kalau antara Jenifer, Riana & Diah telah berteman pada saat mereka sama-sama kuliah di Universitsa Teladan Jakarta dan selama ini tidak ada masalah di antara mereka. Sampai pada saat sekarang ini munculah Angga yang telah merubah persahabatan antara Jenifer dan Riana. Diah sendiri cuek akan keadaan kedua temannya itu.
****************ooOoo****************
Suara motor itu berhenti di pinggir sebuah taman. Jam menunjukkan sekitar pukul 10 malam.Tampak beberapa tenda penjual makanan masih melayani pembeli. Jenifer dan Roby memutuskan untuk berhenti untuk mengisi perut yang sedari siang memang belum terisi. Acara music di kampus siang tadi membuat mereka lupa akan mengisi perut.
Mereka berdua berjalan menuju warung tenda yang tidak begitu ramai. Aneka makanan seafood mereka pesan. Sambil menunggu makanan dating tampak keduanya berbicara sambil sesekali mereka tertawa2 kecil.
“Oohh…jadi hoby elo itu selain shopping juga selfie, Jen? Tanya Robi ditengah percakapan mereka.
“Ngga juga sih Rob...dari tadi kan gue sudah cerita banyak. Sekarang tinggal elo nih yang belum erita..”
“Apa yang harus aku certain..?”
“Apa saja, misalnya pacar barang kali..?” Tanya Jenifer.
“Hmm…pacar ya..?”
“Iya..kenapa..?”
“Kalau pacar gue belum punya..”
“Maca cih..?”
“Iya ciyuss…”
Keduanya tampak berhenti sejenak ketika makanan yang mereka pesan telah tiba. Obrolan mereka berdua seakan terputus. Mereka berdua segera menikmati makan malam mereka. Sampai pada menit ke 27, Roby membuka obrolan kembali.
“Jen…elo sendiri gimana..?”
“Apanya..?” Jawab Jenifer sambil mulut mengeluarkan suara orang kepedesan.
“Udah minum dulu…” Kata Roby
“Iya nih sambelnya mantep banget…eh elo tanya apa tadi?”
“Cowo…..elo udah punya cowo belum?”
“Oh itu…hmmm kasih tau ngga yaa..? Sebenarnya sih…di Malaysia ada temen deket. Eh tapi ngga kok…bukan, bukan cowo gue tapi dianya yang suka.”
“Oh gitu…elo sendiri gimana sama cowo itu?”
“Ngga…gue ngga ada perasaan apa-apa kok..”
“Orang Malaysia..?”
“Bukan dia sebenarnya orang Indonesia, dia asli Bandung. Udah ah…ngga usah dibahas.”
“Oke… jadi belum punya cowo nih?”
“Kelihatannya gimana?”
“Kalau dilihat dan diamat-amati sih kayanya belum…”
“Terus kalau belum gimana..?” tanya Jenifer
Mendapat pertanyaan itu mendadak Roby terdiam. Dalam hatinya dia berkata kalau saat inilah kesempatan dia untuk mengutarakan sesuatu.
“Hmm…Jen, semenjak kita ketemu di bandara waktu itu, gue merasa ada perasaan lain yang muncul tiba-tiba. Gue suka sama elo..”
“Rob….hmmm sebenarnya gue…” Sejenak kata-kata Jenifer terhenti.
“Kenapa Jen..”
“Ini sudah malam Rob…kita capcus yuuk..?”
“Terus jawaban dari pertanyaan gue tadi gimana..?”
“Pertanyaan yang mana..?”
“Eh…pernyataan maksud gue..”
“Hmm….pernyataan itu kan ngga harus dijawab…ya ngga?”
“Hmm…iya sih. Ya udah kita pulang yuk, gue anter elo sampe rumah ya..”
Tar seberapa lama mereka pun kemudian pergi meninggalkan tempat itu. Sepanjang perjalanan, Jenifer berpikir apakah pernyataan Roby itu harus dia terima. Sementar saat ini Jenifer punya perasaan lain juga terhadap Angga, seperti perasaan Roby terhadap dirinya.
****************ooOoo****************
Itulah kenapa Jenifer tidak suka atas apa yang dilakukan Riana dengan memberi kado ke Angga. Ternyata dalam hati Jenifer mempunyai perasaan lain terhadap Angga. Semenjak itu hubungan antara Jenifer dan Riana menjadi renggang. Riana sendiri tampak belum menyadarinya. Akan tetapi dari sikap Jenifer kepada Riana yang selalu menghindar lambat laun menjadi bahan pertanyaan di kepala Riana. (KKC)

No comments:
Post a Comment