Chapter 5 - Cerita Dari Kampus 2

Sambil menyerahkan bungkusan kado itu, Riana pamit untuk pulang tapi sebelum meninggalkan Desi…

“Jangan sampe ketahuan sama adikmu ya Des…adikmu kan hari ini ulang tahun”

“Ihhh…Riana......makaciih yaa…”

“Sama-sama Des…aku pulang dulu ya…” Sambil melambil melambaikan tangan, buru-buru Riana pergi meninggalkan rumah Desi.



****************ooOoo****************


Sore itu suasana kampus Universitas Teladan Jakarta tampak rame. Ada tenda-tenda stand berderet rapi di area parkir. Beberapa sponsor dari produk rokok dan minuman energy menghiasi keramaian sore itu. Ada panggung di tengah area dan tampaknya aka nada pagelaran music kampus yang memang sering diadakan untuk menyalurkan bakat dan hoby mahasiswa.

Dengan kain syal yang melingkar di lehernya, Jenifer tampak berjalan dari stand ke stand. Dengan sedikit berlari dia memanggil-manggil seseorang.

“Ngga…Angga…tungguin gue napa…”

“Ya elahh….elo sih dandan heboh banget, sepatunya tuh yang bikin jalan lama, bentar lagi mau mulai tuh acara musiknya..”

“Iya..iya…”

Memang dari arah panggung sudah terdengar suara-suara guitar yang tidak beraturan. Tampaknya band pengisi acara pada sore itu masih melakukan cek sound. Tidak berapa lama acara music pun dimulai.

Jenifer yang saat itu bersama Angga dan beberapa teman-teman mahasiswa yang lain berdiri di samping kanan panggung sambil menikmati music. Sambil sedikit menggoyang-goyangkan kepala, Jenifer ikut pula bernyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu. Seketika matanya tertuju pada seseorang yang sedari tadi juga memperhatikan gerak-gerik Jenifer. Dia agak gugup ketika pandangan laki-laki itu tepat jatuh di matanya. Saat itu dia tidak mampu menghindar ketika laki-laki itu mengajaknya tersenyum. Tanpa ada aba-aba, Jenifer membalas senyum laki-laki tersebut.

“Aduhhh…kayaknya gue kenal deh, tapi dimana ya..?” gumam Jenifer dalam hati.
Sedikit terkejut ketika laki-laki itu berjalan mendekati Jenifer.

“Haii….masih inget aku nggak?” sapa laki-laki itu.”

“Hmmm….inget sih tapi siapa ya..? Agak sedikit lupa..”

“Masa sih…aku saja masih inget kamu kok. Kamu itu yang suka foto-foto sendiri, terus nabrak aku sampe gitarku terjatuh. Inget ngga?”

“Oh iyaa…OMG hellooo…iya inget…Roby..iya kamu yang namanya Roby kan?”

“Nah tuh inget…”

“Eh….hmm..kamu ngapain di sini Rob?”

“Lho…kamu sendiri ngapain?” Roby balik bertanya.

"Ihh….ditanya malah balik bertanya…oke..aku kuliah di sini…kamu?”

“Aku sama temen-temenku, tuh yang disebelah sana, ikut mengisi acara ini..”

“Ohh…jadi kamu anak band?”

“Ya begitulah…oh iya kamu sendirian?”

“Emm…anu..eh iya aku sendirian…” jawab Jenifer sambil matanya memandang ke arah Angga yang tampak tidak mengetahui kalau Jenifer sedang berbicara dengan seseorang. “Untung si kacrut ngga lihat gue nih” batin Jenifer.

“Oh iya…sebentar lagi bandku akan main, kamu belum mau pulang kan..?”

“Iya belum kok, emang kenapa..?”

“Nanti sehabis aku main, kita masih bisa ketemu kan..?

“Oh boleh..” jawab Jenifer penuh harap.


****************ooOoo****************


Sore itu Desi masih santai di depan TV, serius menonton TV sampai tidak sadar suara bbm nya berkali-kali berbunyi. Sampai akhirnya dia membuka handphonenya.
“Eh..bbm banyak banget nih. Oh Riana yang bbm..” gumamnya dalam hati.
Riana: “Des…”
Riana: PING!!!
Riana: PING!!!
Riana:  “Sorry, kado kan ada 2 tuh…yg bngkusnya warna loreng-loreng batik, tlg titipin ke someone ya..hehe :) :)
Riana:  “Tau kan someone yg gw maksud? Ya..ya…tp jgn bilang siapa2 ya..”

Sambil senyum-senyum Desi membalas bbm dari Riana.
Desi : “Ok..”


****************ooOoo****************


Jam menunjukkan pukul 20.15 atau jam delapan malam waktu kampus Universitas Teladan Jakarta. Lagu terakhir baru saja dibawakan oleh band Roby. Tampak Roby berbicara sebentar dengan teman-temannya dan kemudian melangkah menuju Jenifer yang sedari tadi menunggu penampilan Roby di atas panggung.

“Sorry kamu nunggu lama ya…wah sampe habis 8 botol minuman. Haus ya..?”

“Ihh…bukan itu bekas orang kelesss….kamu ihhh…”

“Oh iya kamu tinggal di mana?”

“Aku deket kok ngga jauh dari kampus ini…sekitar ½ jam dari sini”

“Ohhh…kamu masih mau nonton lagi?”

“Ngga juga sih, udah jam segini..”

“Oh iya…gimana kalau aku anter kamu pulang?”

“Wah kebetulan nih Angga lagi ngga ada, tinggal saja ah” gumam Jenifer dalam hati. “Hmm…boleh deh..” jawab Jenifer

“Ok…yuk..sepeda motor ku ada di sana..”

Tiba-tiba sambil menggandeng tangan Jenifer, Roby mengajak ke arah dimana sepeda motor Roby diparkir. Tidak begitu lama mereka sudah meninggalkan area kampus.

"Kita mau kemana Rob..? Kok arahnya bukan ke tempatku.."

"Udah tenang saja, nanti juga tau kok.."

Sambil bertanya-tanya dan sedikit cemas, Jenifer ikut saja kemana Roby membawanya pergi. (KKC)

No comments:

Post a Comment