Sambil menyerahkan bungkusan kado
itu, Riana pamit untuk pulang tapi sebelum meninggalkan Desi…
“Jangan sampe ketahuan sama adikmu
ya Des…adikmu kan hari ini ulang tahun”
“Ihhh…Riana......makaciih yaa…”
“Sama-sama Des…aku pulang dulu ya…”
Sambil melambil melambaikan tangan, buru-buru Riana pergi meninggalkan rumah
Desi.
****************ooOoo****************
Sore itu suasana kampus
Universitas Teladan Jakarta tampak rame. Ada tenda-tenda stand berderet rapi di
area parkir. Beberapa sponsor dari produk rokok dan minuman energy menghiasi
keramaian sore itu. Ada panggung di tengah area dan tampaknya aka nada pagelaran
music kampus yang memang sering diadakan untuk menyalurkan bakat dan hoby
mahasiswa.
Dengan kain syal yang melingkar di
lehernya, Jenifer tampak berjalan dari stand ke stand. Dengan sedikit berlari
dia memanggil-manggil seseorang.
“Ngga…Angga…tungguin gue napa…”
“Ya elahh….elo sih dandan heboh
banget, sepatunya tuh yang bikin jalan lama, bentar lagi mau mulai tuh acara
musiknya..”
“Iya..iya…”
Memang dari arah panggung sudah
terdengar suara-suara guitar yang tidak beraturan. Tampaknya band pengisi acara
pada sore itu masih melakukan cek sound. Tidak berapa lama acara music pun
dimulai.
Jenifer yang saat itu bersama
Angga dan beberapa teman-teman mahasiswa yang lain berdiri di samping kanan
panggung sambil menikmati music. Sambil sedikit menggoyang-goyangkan kepala, Jenifer
ikut pula bernyanyi-nyanyi mengikuti irama lagu. Seketika matanya tertuju pada
seseorang yang sedari tadi juga memperhatikan gerak-gerik Jenifer. Dia agak
gugup ketika pandangan laki-laki itu tepat jatuh di matanya. Saat itu dia tidak
mampu menghindar ketika laki-laki itu mengajaknya tersenyum. Tanpa ada aba-aba,
Jenifer membalas senyum laki-laki tersebut.
“Aduhhh…kayaknya gue kenal deh,
tapi dimana ya..?” gumam Jenifer dalam hati.
Sedikit terkejut ketika laki-laki
itu berjalan mendekati Jenifer.
“Haii….masih inget aku nggak?”
sapa laki-laki itu.”
“Hmmm….inget sih tapi siapa ya..?
Agak sedikit lupa..”
“Masa sih…aku saja masih inget
kamu kok. Kamu itu yang suka foto-foto sendiri, terus nabrak aku sampe gitarku
terjatuh. Inget ngga?”
“Oh iyaa…OMG hellooo…iya inget…Roby..iya
kamu yang namanya Roby kan?”
“Nah tuh inget…”
“Eh….hmm..kamu ngapain di sini
Rob?”
“Lho…kamu sendiri ngapain?” Roby
balik bertanya.
"Ihh….ditanya malah balik bertanya…oke..aku
kuliah di sini…kamu?”
“Aku sama temen-temenku, tuh yang
disebelah sana, ikut mengisi acara ini..”
“Ohh…jadi kamu anak band?”
“Ya begitulah…oh iya kamu
sendirian?”
“Emm…anu..eh iya aku sendirian…”
jawab Jenifer sambil matanya memandang ke arah Angga yang tampak tidak
mengetahui kalau Jenifer sedang berbicara dengan seseorang. “Untung si kacrut
ngga lihat gue nih” batin Jenifer.
“Oh iya…sebentar lagi bandku akan
main, kamu belum mau pulang kan..?”
“Iya belum kok, emang kenapa..?”
“Nanti sehabis aku main, kita masih
bisa ketemu kan..?
“Oh boleh..” jawab Jenifer penuh
harap.
****************ooOoo****************
Sore itu Desi masih santai di
depan TV, serius menonton TV sampai tidak sadar suara bbm nya berkali-kali
berbunyi. Sampai akhirnya dia membuka handphonenya.
“Eh..bbm banyak banget nih. Oh
Riana yang bbm..” gumamnya dalam hati.
Riana: “Des…”Riana: PING!!!Riana: PING!!!Riana: “Sorry, kado kan ada 2 tuh…yg bngkusnya warna loreng-loreng batik, tlg titipin ke someone ya..hehe :) :)”Riana: “Tau kan someone yg gw maksud? Ya..ya…tp jgn bilang siapa2 ya..”
Sambil senyum-senyum Desi membalas
bbm dari Riana.
Desi : “Ok..”
****************ooOoo****************
Jam menunjukkan pukul 20.15 atau
jam delapan malam waktu kampus Universitas Teladan Jakarta. Lagu terakhir baru
saja dibawakan oleh band Roby. Tampak Roby berbicara sebentar dengan
teman-temannya dan kemudian melangkah menuju Jenifer yang sedari tadi menunggu
penampilan Roby di atas panggung.
“Sorry kamu nunggu lama ya…wah
sampe habis 8 botol minuman. Haus ya..?”
“Ihh…bukan itu bekas orang kelesss….kamu
ihhh…”
“Oh iya kamu tinggal di mana?”
“Aku deket kok ngga jauh dari
kampus ini…sekitar ½ jam dari sini”
“Ohhh…kamu masih mau nonton lagi?”
“Ngga juga sih, udah jam segini..”
“Oh iya…gimana kalau aku anter
kamu pulang?”
“Wah kebetulan nih Angga lagi ngga
ada, tinggal saja ah” gumam Jenifer dalam hati. “Hmm…boleh deh..” jawab Jenifer
“Ok…yuk..sepeda motor ku ada di
sana..”
Tiba-tiba sambil menggandeng tangan Jenifer, Roby mengajak ke arah dimana sepeda motor Roby diparkir. Tidak begitu lama mereka sudah meninggalkan area kampus.
"Kita mau kemana Rob..? Kok arahnya bukan ke tempatku.."
"Udah tenang saja, nanti juga tau kok.."
Sambil bertanya-tanya dan sedikit cemas, Jenifer ikut saja kemana Roby membawanya pergi. (KKC)
No comments:
Post a Comment