Pagi menjelang siang di bandara Soeta-Jakarta. Terminal kedatangan saat itu tampak seorang wanita yang terlihat seperti gelisah mencari seseorang. Pandangannya menatap ke setiap penjemput. Rupanya dia sedang mencari penjemputnya. Dari pakaian yang dikenakanya, tampak dia seorang yang punya selera berpakaian yang lumayan -dari pada lumanyun-.
Sesekali dia membuka tabletnya seolah-olah menutupi raut kegelisahan di wajahnya, sampai tiba-tiba handphone yang ada di dalam tasnya berbunyi. Sejurus kemudian dia mengangkatnya.
"Kamu di mana? Aku sudah di bandara nih. Buruan jangan lama-lama. Iya aku tahu Jakarta memang macet, harusnya berangkat lebih awal dong!" Nadanya agak sedikit kesal dengan raut wajah tampak kecut.
Sambil menyeret koper bawaannya, wanita tersebut terus memainkan tabletnya sambil sesekali senyum-senyum sendiri sampai dia tidak menyadarinya kalau di depannya ada seseorang yang berdiri membelakanginya menenteng sebuah sesuatu.
Brakk!!"
"Opss sorry...sorry banget ya, aku ngga melihat ada orang. Rusak ngga bawaan kamu, soalnya tadi bunyinya seperti pecah"
"Oh ngga apa-apa kok, ini cuma gitar. Lain kali kalau jalan jangan sambil buka-buka tablet ya..Untung ngga jatuh tabletmu" ujar pria tersebut mencoba menghibur dirinya. Padahal perasaannya mungkin kesal juga gitarnya jatuh tertabrak.
"Iya...sekali lagi sorry ya.."
"Ngomong-ngomong kamu orang Indonesia atau sepertinya sih kamu dari Malaysia ya?"
"Bukan, aku memang lahir di Jakarta tapi sejak kelas 4 SD aku pindah ke Malaysia".
"Ooh...pantas logat bicaramu ada campuran-campuran melayunya. Oh iya kenalkan namaku Roby, bolehkan aku kenalan?"
"Boleh, aku Jeny....lengkapnya Jenifer. Oh iya sorry adikku sudah datang."
Memang tampak seorang wanita yang umurnya tidak jauh beda dengan Jenifer keluar dari taxi yang membawanya.
"Sorry kak Wati, Jakarta macet banget. Tadi ada demo, kayanya sih demo kecewa Pilpres kemarin. Hhhh....maunya apa sih orang-orang itu".
"Udah-udah ayo kita jalan, kakak sudah lapar nih"
"Eh...cowo itu siapa kak?"
"Tidak tahu, baru saja kenal tadi".
"Ooh...."
"Hai Roby...aku duluan ya..Oh iya kenalkan ini adikku. Namanya Wita"
Setelah Wita dan Roby bersalaman, merela bergegas menaiki taxi yang sedari tadi menunggunya. Tapi sebelum memasuki taxi, Wati sempat-sempatnya selfie menggunakan tabletnya. Wita yang melihat hal tersebut hanya geleng-geleng kepala.
Wita ini merupakan adik dari Jenifer Wati, usia mereka tidak jauh berbeda. Maka bisa terlihat dari segi wajah dan badan hampir sama. Banyak orang bilang sih kembar, tapi kalau aku sih no, ngga tau deh kalau mas ahmad dhani....<~apaan sih, emang indonesian idol? ^_*
Ngga seperti Wati, Wita lebih suka tinggal di Indonesia bersama tantenya. Hanya pada saat libur saja Wita berkunjung ke Malaysia. Banyak hal menarik dari kedua kakak beradik ini. Mereka selalu mempunyai selera yang sama dari mulai makanan, pakaian sampai ke hobby. Tapi dalam urusan cowo, mereka punya selera yang berbeda.
Sampai sekarang pun, mereka berdua belum mempunyai pasangan yang pasti. Seperti saat ini, Wati datang ke Indonesia bukan hanya untuk keperluan kuliahnya saja tapi ada tujuan lain yaitu untuk menemui teman prianya. Lebih tepatnya sahabat cowonya..eh...tunggu kalau sahabat tentunya tidak sedekat seperti sekarang ini kan? Tapi kalau mau disebut cowonya, sampai saat ini ngga pernah ada kata-kata mesra yang pernah keluar dari mulut mereka berdua. (KKC)
No comments:
Post a Comment