“PING!!!...PING!!!”
Dua kali suara blackberry messenger berbunyi dari hpnya. Sambil
membenarkan letak kacamata yang agak kurang pas menempel disela-sela hijabnya,
buru-buru dia membaca pesan yang muncul di layar handphone-nya.
“Mb Diah jd ikut kn?” Pesan yang ada di hpnya.
“Jam brp jdnya mb Riana?”“Plg kuliah jam 4..”“Lo ada kuliah hr ini? Emng siapa j yg ikut mb Riana?”“Bnyk kok mba, tmn2 kmpus”“Ntar gw kabarin ya..”
-----bbm senyap-------
Sambil sesekali update status “kakak ngga ada di rumah sepiiiii..” dia terus asik memainkan
smartphonenya sampai tiba-tiba pesan di bbmnya berbunyi lagi.
“Aslmkm, Diah lg ngapain?”
“Lg sntai”“Ntar sore ada acara ngga?”“Ada apa emng..”“Jln yuuk..”“Kmn?”“Kmn sj...nmnya sj jln2, bisa nonton, atau mkn atau apa sj lah..”
Sambil berpikir sejenak, Windiah –nama gadis itu- berdiri
dari duduknya dan menuju ke dalam kamar. Berjalan mondar mandir dari kamar ke
ruang tamu, kamar ke ruang tamu.
“Duh gimana nih, temen-temen ngajak karaokean nanti sore.
Barusan Amal ngajak jakan nanti sore..” gumamnya dalam hati.
Tangannya kemudian mengambil hp yang ada di meja, kemudian
dengan jurus 2 jempol mulai mengetik. Bisa ditebak dia sedang membalas bbm
terakhir dari Amal.
“Mal…ya udh, jam brp ketemuan?”
“Gw ke rumah sj ya..”“Jgn, ketemu di perempatan sj ya..?”“Perempatan? Ok deh..”
Diah dan Amal sebenarnya sudah lama kenal, tetapi baru
beberapa minggu ini mereka kelihatan dekat. Amal merupakan mahasiswa satu kampus
dengan Diah, akan tetapi Amal mengambil jurusan teknik mesin. Tetapi karena
mereka satu atap di kampus yang sama, mereka sering kali berjumpa.
Hari itu, Amal memberanikan diri mengajak jalan Diah.
Sebelumnya dia tidak pernah mengajak Diah, karena menurut dia ada beberapa cowo
yang suka menaruh perhatian terhadap Diah.
******ooOoo****
Kerudung motif bunga serta baju berwarna cerah, tampak
sedang berdiri di sebuah trotoar yang tampak sepi karena memang jalanan di
tempat tersebut tidak banyak dilalui kendaraan. Hanya beberapa kendaraan
bermotor yang melintas.
Sambil sesekali melihat jam tangan serta membuka hp, Diah
memperhatikan setiap pengendara bermotor yang melintas di depannya.
Tidak lama kemudian terdengar bunyi klakson sepeda motor
seolah membuyarkan konsentrasi Diah yang sedari tadi sedang memainkan hpnya.
“Sudah lama nunggu?”
“Ngga kok baru 3 menit..” dalam hati 30 menit kelesss.
“Oohh…yuk kita jalan”
Tak berapa lama mereka pun sudah meluncur dengan kecepatan
20km/jam (kenceng atau pelan hayooo..?). Arah mereka bisa ditebak, yaitu pusat
keramaian yang ada di seputaran ibu kota ini.
******ooOoo****
"Diah...mau pesan apa?"
"Terserah kamu saja.."
Tampaknya keduanya sudah berada di restoran cepat saji khas Italia. Dipesannya 2 loyang pizza dan 2 porsi spaghety, 3 porsi kentang goreng dan 2 minuman gelas besar. (Buset cuma 2 orang pesan banyak amat). Sambil menunggu pesanan keduanya saling diam, masing-masing berkutat dengan gadgetnya. Dari cara mereka memainkan gadgetnya, bisa dilihat jika diantara mereka ada sesuatu yang ingin dibicarakan, terutama Amal.
"Diah....hmm, denger-denger kamu lagi deket sama teman sekampus kita ya..?"
"Siapa? Sotoyyy ih..."
"Ahhh...iya saja.."
"Siapa ihhh...?"
"Itu lho anak ekonomi, yang orangnya agak tinggi.."
"Yang mana...sotoyyyy.."
"Oh..ya udah kalau emang ngga, kebetulan dong..."
"Kebetulan apa..?"
"Ngga...nanti saja ah...udah datang nih pesenan kita, makan yukk.."
Kemudian mereka berdua menikmati kebersamaan malam itu berdua. Sambil mereka ngobrol, sesekali terdengar ketawa-ketiwi kecil diri suiri meriki berdui..<- lho kok i semua... maksudnya ketawa-ketiwa kecil dari suara mereka berdua. (KKC)
No comments:
Post a Comment