Chapter 2 - Dia

Semester baru, hari ini merupakan hari pertama dimulainya semester genap. Suasana kampus masih belum terlalu ramai ketika terdengar langkah-langkah kaki yang terburu-buru. Melewati lorong yang menuju ruang perkuliahan.

"Ah...mudah-mudahan ngga telat nih.." gumam seorang gadis dengan rambut sebahu, memakai bando warna unyu eh ungu itu.

Di pundak sebelah kiri tampak tas yang berisi buku kuliah untuk hari ini. Sementara langkahnya terhenti ketika mendengar ada seseorang memanggilnya.

"Ria...Riana...tunggu aku.."

Sambil menoleh ke belakang disapanya si pemilik suara tersebut.


"Ayo...hari ini mata kuliah Statistik kan?"

"Iya nih padahal paling males kalau mata kuliah ini".

"Jangan begitu dong, kalau ingin mengejar cita-cita, kita harus rajin berolah raga...eh belajar maksudnya hehe..."

"Iya iya.."

Tidak begitu lama dua orang sahabat itu kemudian memasuki ruang kuliah. Tak berapa lama sang dosen sudah masuk dan siap memberikan mata kuliah hari itu.

"Ok...selamat pagi. Sebelum kita memulai mata kuliah hari ini, Saya akan memperkenalkan mahasiswa baru. Namanya Angga, silahkan Angga perkenalkan diri kamu. Singkat saja jangan lama-lama"

"Nama gue Angga Suryaputrama, panggil saja Angga. Cukup sekian, terima kasih."

"Lho singkat amat?" Pak dosen menimpali.

"Kan kata Bapak tadi nggak boleh lama-lama."

"Oke...silahkan cari tempat duduk, kita mulai kuliah hari ini."

---------------------gunting di sini-->8---------

Tiga jam berlalu. Perkuliahan sudah memasuki saat-saat menjenuhkan dimana saat itu perut mulai keroncongan, mata mulai mengantuk, pikiran tidak berkonsentrasi dan masih banyak alasan lain dari tubuh kita untuk mengakhiri kuliah saat ini.

Demikian pula dengan Riana yang saat itu mulai tidak tenang semenjak Angga, mahasiswa pindahan tersebut memperkenalkan diri. Semenjak melihat Angga sat itulah dirinya seakan-akan gelisah dan merasa tidak tenang.

"Aduh kenapa jadi ngga konsen begini sih..?" Gumam Riana dalam hati sambil sesekali mencuri pandang ke arah dimana Angga duduk.

Angga memang dari segi wajah cukup lumayan, badan tidak gemuk dan tidak kurus. Proporsional bagi cowo seusia dia. Semua mahasiswa di kelas itu memperhatikan Angga terutama cewe-cewe. Bahkan ada beberapa cewe yang berani iseng melempar dengan benda-benda yang ada disekitarnya.

---------------------gunting di sini-->8---------

Semenjak hari itu, hari-hari Riana menjadi ceria. Jarang sekali dia absen ke kampus. Sampai pada suatu hari dimana pada hari itu tidak ada kuliah dikarenakan dosen yang mengajar sedang sakit. Saat itu lah Riana dengan sahabatnya Desi sedang berada di kantin dan kebetulan disitu ada Angga yang sedang menikmati minuman dingin. Desi yang selalu blak-blakan menyapa Angga dan langsung duduk di sampingnya.

"Hai Ngga...eh Angga hari ini nggak ada kuliah kok masih di sini."

"Iya nih, lagi males pulang saja. Lo sendiri kok nggak pulang?"

"Iya sama lagi males pulang." katanya basa basi. "Riana sini dong duduknya jangan jauh-jauh, ada Angga nih. Katanya mau ngobrolin apa gitu?"

"Eh iya..ih apaan sih lo Des, ngobrolin apaan?" Jawab Riana gugup ketika tiba-tiba Desi memanggilnya.

"Emangnya ada yang mau kalian obrolin sama gw?"

"Enggak tau tuh Riana"

"Enggak kok Angga, cuma mau tanya mata kuliah Statistik kemarin" jawab Riana sekenanya.

"Oh...kirain ada apa" Jawab angga sambil meminum minumannya.

Belum sempat Riana ngomong lagi, tiba-tiba Desi memotong obrolan Angga.

"Eh Ngga, lo pake bbm ngga? Gue bagi dong PINnya"

"Boleh nih 7AN66483"

"Tujuh A eN enam enam empat delapan tiga ya..? Ok"

"Ok udah masuk Des.."

"Ria...Riana kenapa lo jadi pendiem gini sih? Ngobrol apa kek?"

Memang semenjak mengenal Angga, sifat Riana jadi agak pendiam. Apalagi pada saat sekarang ini, duduk semeja dengan Angga. Padahal perlu diketahui Riana ini semenjak SD termasuk orang yang sangat periang. Pintar bernyanyi bahkan pernah saat kelas 5 SD menjadi juara nyanyi karaoke 17 Agustusan di RT/RW tempat tinggalnya. Wow..

Sambil memasukan headphone ke telinganya Riana kemudian bergumam dengan kesibukannya sendiri, mendengarkan lagu kesukaannya.

I've wasted my nights 
You turned out the lights
 Now I'm paralyzed 
Still stuck in that time when we called it love 
But even the sun sets in paradise
 
I'm at a payphone trying to call home

All of my change I spent on you
Where have the times gone 
Baby it's all wrong, where are the plans we made for two?

Sayup-sayup terdengar Riana bernyanyi kecil sambil menggoyang-goyangkan kepalanya tanpa menghiraukan apa yang Desi dan Angga omongin. Sampai tiba-tiba tangannya disentuh oleh Desi.

"Ri..Riana...Rianaaa...woi denger ngga? ayo kita pulang..."

"Iya..iya...lho Angganya mana?"

"Ah elo ngapain aja dari tadi? Angga sudah kabur tuh, katanya mau ngobrol...eh malah sibuk sendiri? Kita pulang yuk ah..."

"Yaahh...."

"Eh kenapa lo Riana?"

"Engga...ngga apa apa kok.."

Dalam hati Riana sangat berharap suatu saat nanti dia bisa berdua ngobrol bersama Angga. Ngobrolin apa saja yang penting berdua. (KKC)

No comments:

Post a Comment