Jakarta, hari ini terasa panas. Debu dan asap kenalpot kendaraan semakin menambah udara di Jakarta tidak bersahabat terutama bagi gue yang terbiasa dengan udara segar. Tau ngga gue itu paling sensitive kalau nyium bau asap knalpot. Jangankan knalpot, asap rokok saja gue kurang begitu suka. Walaupun gue bukan perokok tapi bukan berarti gue anti pati terhadap perokok ya..”Silahkan merokok tapi asapnya ditelen” itu
pepatah gue. Tapi gue suka ngga tega kalau temen gue merokok, terus gue bilang seperti itu. Kasihan kan?
Lho kenapa jadi ngomongin rokok? Ini tentang Jakarta yang begitu parah. Coba bayangkan ditengah terik panas matahari, udara panas bercampur panas asap kendaraan ada saja orang yang demo. Tapi bukan demo yang teriak-teriak sih…mereka demo simpatik dengan membagi-bagikan bunga kepada para pengendara kendaraan bermotor. Ngga begitu jelas sih apa tujuannya.
Biarin saja lah, ngga usah pikirin orang demo dan anggap saja Jakarta hari ini nyaman senyaman nyamannya. Karena di sini gue ngga akan ngomongin Jakarta dan segala keruwetannya.
-->8---cut here >8----------
Pagi itu Riana, Desi dan Windiah sedang berada di sebuah perpustakaan kampus. Mereka seperti sedang serius membaca-baca buku. Tapi gue yakin mereka bukan membaca buku. Bisa dilihat dari gerak gerik dan tatapan mata mereka. Tangan kanan memang memegang buku tapi tangan kiri memegang gadget, sambil sesekali di colek-colek tuh layar gadget mereka. Selidik punya selidik, mereka sedang online gratisan memanfaatkan wifi kampus.
“Mba Riana coba baca di grup bbm, udah baca belum?”
“Emang ada apaan?” timpal Riana
“Iya ada apaan..?” ujar Desi
“Ada yang upload foto ke grup, tau ngga itu foto siapa?”
“Hihihihi……emang siapa mba Diah?”
“Siapa sih foto yang di grup itu?” kata Riana
“Dia itu asisten dosen Manajemen di kampus kita” terang Windiah sambil senyam senyum.
“Ooohh…..dia termasuk pinter dong, tapi kenapa fotonya diuploag ke grup? Posenya lucu lagi”
“Angga tuh yang iseng…” ujar Diah
Mendengar nama Angga sejenak Riana terdiam.
“Tapi Angga juga usil sih suka ambil gambar secara diam-diam..” lanjut Diah
Riana, Diah dan Desi memang satu kampus mereka mengambil jurusan yang sama di fakultas yang sama. Pagi itu memang tidak ada kuliah. Mereka hanya bertemu di kampus untuk sekedar kongkow-kongkow sambil cuci-cuci mata. Sesekali ditengah percakapan, mata mereka memandang ke sekitar ruangan perpusatakaan. Beberapa mahasiswa memang tampak serius membaca-baca buku.
Tigapuluh menit mereka di sana, ngobrol ngalor ngidul ngga jelas. Menit ke tigapuluh tujuh pintu perpustakaan terbuka, tampak Angga masuk sambil menuju ke rak buku. Tampaknya sedang mencari sesuatu. Setelah menamukan apa yang dicari kemudian menuju tempat duduk yang telah ada beberapa orang mahasiswa lainnya.
“Eh sebentar lagi ada yang ulang tahun nih…”
“Oh iya….kayanya lusa elo ulang tahun ya Ngga?”
“Dih tahu dar manee..?” Angga memotong pertanyaan temannya.
“Gue lihat di facebook…jangan akal-akalan lo. Pokoknya lusa traktir ya…”
“Iya Ngga…ke kantin saja, minum es mambo…hahaha…”
“Bener lo ya…gue traktir es mambo nih, paling Cuma serebu…” timpal Angga bersemangat.
“Ahh….elo massa GGT (Ganteng-Ganteng Traktirnya) es mambo? Huuu…apa kata Jenifer?”
“Lha apa hubungannya sama Jenifer…?” kata angga sambil mengambil handphone yang berbunyi dari kantong celananya. Tak lama kemudian dia berbicara dengan seseorang yang ada di telepon.
“Gue ada di perpus…iyaaa elahh….sini saja napa..” ucap angga sambil kemudian menutup handhpone-nya.
“Siapa Ngga..?”
“Si artis…..Jenifer. Dia mau ke sini…baru dating seminggu yang lalu dari Malaysia”
“Ohh…Jenifer Wati yang asisten dosen itu?”
“Iya..”
****************ooOoo****************
Riana, Windiah dan Desi masih asik ngobrol. Sayup-sayup terdengar percakapan Angga dan teman-temannya. Desi yang sedari tadi mendengar percakapan Angga, kemudian menoel…eh menyolek Diah.
“Denger ngga ternyata Angga lusa ulang tahun…”
“Emang kenapa? Dia kan ngga begitu akrab sama kita..” timpal Diah
“Tapi gue punya PIN bbmnya…gue mau minta traktir ah…”
“Ih…jangan ah Des, kita kan ngga satu kelas sama dia” kata Riana tiba-tiba buka suara.
“Ya ngga apa-apa Riana, ya ngga Windiah…?”
“Gue sih oke-oke saja…terserah e-looo…” jawab Diah bersemangat.
****************ooOoo****************
Tak..tok…tak…tok…tak…tok…Terdengar suara sepatu wanita memecah suasana perpusatakaan yang ngga begitu hening.
“Ehh….ANgga…lo diem-diem saja ya, hari ini elo ulang tahun kan? Traktir lo…”
“Ih…akal-akalan saja lo Jen…Jenifer Wati. Bukan hari ini…”
“Masa….coba lihat KTP elo..?” timpal Jenifer tidak percaya.
“Tanya saja tuh sama temen-temen yang lain..” kata Angga sambil memegangi kantong celana belakang karena tiba-tiba Jenifer seperti akan mengambil KTP Angga.
“Iya besok kok Wati…” kata yang lainnya.
“Jangan panggil Wati doong….Jen…Jenifer…panggil aku Jenifer”
“Lo mau ngapain ke sini Jen..” Tanya Angga
“Lo pulang jam berapa Ngga…?”
“Kenapa emangnya..?”
“Gue bareng ya….hihihihihihi”
“Ah…ngga…ah…lha lo ke sini sama siapa?” Tanya Angga
“Tadi pagi ada yang nganter….tapi ngga bisa jemput, lagi ada kuliah dia”
“Ya udah tunggu saja sampe kuliahnya kelar baru suruh jemput…dia itu siapa? Pacar elo kan..?”
“Bukan….udah aaaahhhh…pokoknya gue pulang ikut bareng”
“Iya..iya…tapi sana ah duduknya…masih banyak bangku kosong tuh..”
****************ooOoo****************
Besoknya besok lagi, berarti hari ini adalah hari lusa setelah dua hari yang lalu. Tampak Desi sedang berbincang dengan mamahnya di teras rumah. Terdengar suara sepeda motor yang tidak asing lagi suaranya bagi Desi.
Betul. Itu adalah suara sepeda motor Riana yang hari itu tidak biasa-biasanya dating ke rumah Desi.
“Tumben Riana….ada apa nih?”
“Ngga ada apa-apa Des…Cuma mau ngobrol saja” sambil memarkirkan sepeda motornya sembari menyapa mamahnya Desi.
Melihat anaknya sedang ada kunjungan temannya, mamahnya Desi kemudian beranjak masuk ke dalam rumah.
“Lo mau minum apa Riana…gue ambil minuman sebentar ya..”
“Ngga…ngga usah Des, gue Cuma sebentar kok. Cuma mau nitip sesuatu” sambil memberikan kantong plastik yang di dalamnya ada bungkusan.
“Apaan ini…kayanya kado ya..?”
“Iya…ini kado....
“Cie…cie….buat siapa nih...?”
“Eh....jangan dibuka itu.....hmmm...."
Tubi kontinyu....
No comments:
Post a Comment